E-News

Labuhanbatu, e-news. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Labuhanbatu menuntut Oknum Kepala Desa (Kades) Perkebunan Pernantian, kecamatan Marbau kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) provinsi Sumatera Utara (Sumut) karena tersandung kasus pengroyokan yang terjadi pada tanggal 11 Agustus 2022 yang lalu.

Ia dituntut bersama adik kandungnya oleh JPU hanya 4 bulan, dimana tuntutan itu dibacakan JPU diruang sidang cakra PN Rantauprapat, pada, Kamis (3/8/2023) sekitar pukul 14.30 Wib.

Didalam sidang selaku JPU Teresia, membacakan tuntutan bahwa kedua terdakwa telah terbukti melakukan kesalahan dalam perkara tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 170 ayat (2) ke (1) KUHPidana.

“Terdakwa Zainul Akmal (Kades) bersama adiknya Imam dituntut 4 bulan,” kata Teresia selaku JPU Kejari Labuhanbatu saat membacakan tuntutan.

Diketahui hakim dalam persidangan itu dipimpin oleh Tommy Manik, selaku Hakim Ketua, Ita Rahmadi rambe dan Bob Sandi Wijaya sebagai hakim anggota dan sidang dilanjutkan pada tanggal 14 dengan agenda pledoi.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Desa (Kades) Perkebunan Pernantian, kecamatan Marbau kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura), Zainul, terduga penganiaya, didakwa pasal 170 ayat (2) ke (1) KUHPidana.

Terdakwa kasus penganiayaan diduga dilakukan Zainul bersama adiknya Imam pada Selasa 06 Juni 2023 lalu, memasuki persidangan di Pengadilan Negeri Rantauprapat, dengan agenda sidang acara pembacaan dakwaan.

Sidang pembacaan dakwaan, Terdakwa dikenakan pasal 170 ayat (2) ke (1) KUHPidana. “Sidang kedua pada Kamis 8 Juni 2023 dengan agendan eksepsi dari para terdakwa,” ungkap wakil ketua Pengadilan Negeri Rantauprapat Tommy Manik, melalui Supriono Humas Pengadilan Negeri Rantauprapat pada wartawan. Rabu (07/06/2023) pukul 14:00 WIB, di ruang kerjanya.

Lebih lanjut, Supriono menyebutkan sidang terdakwa kasus dugaan penganianyaan dipimpin langsung Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Rantauprapat, Tommy Manik selaku Hakim Ketua, Ita Rahmadi rambe dan Bob Sandi Wijaya masing-masing sebagai hakim anggota.

Dalam pasal 170 KUHPidana pasal (2) ke 1 menyatakan, dengan penjara selama-lamanya tujuh tahun jika seseorang dengan sengaja merusakkan barang atau jika kekerasan yang dilakukannya itu menyebabkan sesuatu luka. (Red)

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *